Luka Mengajari
Hal Yang Paling Berharga
Persahabatan dan cinta merupakan suatu keterkaitan yang erat dan menjadi suatu dilema dalam hidup semua orang, begitu juga dalam hidup Syifha dan sahabatnya. Syifha mempunyai 6 orang sahabat cewe yaitu Icha, Eva, Nanda, Eghi, Eren, Melani dan 1 sahabat cowo yang namanya Iril…yah bisa di bilang mereka adalah The Best Friends buat Syifha. Sejak SMP kelas 3 mereka telah akrab..hingga seperti saudara, yang saling tolong-menolong, memberi nasehat satu sama lain dan selalu berbagi cerita. Selama setahun mereka bersahabat tetapi belum ada konflik yang membuat eratnya persahabatan mereka terputus. Sampai pada suatu hari di mana saat mereka melanjutkan study ke SMA sesuai keinginan masing-masing. Permasalahan itu muncul tiba-tiba…
¨¨¨
Malam itu ketika Syifha sedang mengerjakan tugas sekolah, tepatnya sesudah sholat magrib. Syifha larut dengan pikirannya sendiri, asyik dengan mengerjakan tugas itu tanpa memedulikan orang-orang di sekelilingnya. Tiba-tiba handphone-nya berbunyi tanda sms masuk. Dia pun cukup kaget dan bertanya-tanya “siapa sieh yang sms? gangguin aja.” Karena penasaran ia lalu membuka pesan masuk itu, ternyata pesan itu dari Melani.
“Aslamu’alaikum.Wr.Wb. Hai plends ku.. .semua, apa kabar? Dan lagi ngapain? Btw..aku punya kabar nih! Aku baru aja jadian sama Azril. Aku senang deh, karena dia orangnya baik banget.Wassalam” itu adalah bunyi sms Melani.
Setelah membaca sms itu, Syifha sontak kaget. Yah… Azril adalah cowo yang sangat dekat dengan Icha. Dan Ichalah yang memperkenalkannya kepada Syifha dan teman-teman yang lain. Hmm…Melani satu SMA dengan Azril. Sejak itulah mereka dekat, tapi tak ada sedikitpun di benak Syifha dan sahabat yang lain bahwa Melani akan jadian dengan Azril. Ifha sangat dekat dengan Icha dan dia bingung akan menyampaikan kabar itu pada Icha atau tidak, karena dia punya firasat tak enak tentang masalah ini.
¨¨¨
Keesokan harinya Ifha pergi ke sekolah seperti biasanya. Setelah tiba di sekolah, beberapa saat kemudian Eghi dan Eren datang menghampirinya. Kebetulan mereka 1 sekolah.
“Fha kamu dah dapat kabar dari Melani?” tanya Eghi
“Iya sudah. Semalam dia sms aku. Jujur aja aku kaget, aku tidak pernah
menyangka kalau mereka akan jadian” kata Ifha
“iya …aku juga kaget banget. Bisa-bisanya mereka jadian. Tapi kok Azril
nggak ngabarin kita yah?” sambung Eren
“Mungkin dia malu…hehehe?” kata Eghi
“ Hm…lucu juga yah kalau di pikir-pikir, tapi begitulah, mudah-mudahan aja
dengan mereka pacaran Lani bisa lebih giat belajar. Secara Azrilkan anak
pintar” kata Ifha 1
“ Yah…betul juga tuh” kata mereka berdua serentak.
Kami pun tertawa bersama. Mereka pun pamitan mau ke kelas masing-masing.
¨¨¨
“Hmm….bagaimana dengan Icha yah? Apakah dia sudah tau tentang kabar ini?kira-kira bagaimana tanggapannya yah?” tanya Ifha dalam hati.
Tidak lama kemudin Icha datang. Ifha pun langsung menghampirinya.
“Cha semalam kamu dapat sms dari Melani?” tanya Ifha
“Nggak tuh. Aku nggak mendapat sms dari Lani. Emangnya kenapa?” tanya Icha
Dalam hati Ifha berfikir sejenak, bingung mau bilang atau tidak. Ada perasaan takut dalam benak Ifha. Ifha pun memutuskan untung memberitahukan kabar itu kepada Icha.
“Semalam aku mendapat sms dari Lani. Lani ngabarin kalau dia udah jadian ma Azril. Aku kira dia juga ngabarin kamu” kata Ifha .
Tiba-tiba wajah cerah yang ada di hadapan ku itu berubah menjadi wajah yang nggak ada smangat lagi seperti tersambar sesuatu. Ifha jadi ngerasa nggak enak. Tak lama kemudian Icha bicara.
“Aku nggak dapat kabar dari dia, ini aja aku baru tau dari kamu” kata Icha
“Hmmm…nada suara itu seakan-aka punya maksud lain. Membuat aku bertanya-tanya” kata Ifha dalam hati.
“ Aku ngg nyangka mereka bisa jadian. Gimana tanggapanmu?”tanya Ifha dengan antusias
“No.Comment” jawab Icha
Sontak ifha kaget mendengar jawaban Icha. Nggak nyangka bakalan dapat respon seperti itu, karena Icha adalah anak yang selalu bersemangat untuk bicara dan riang gembira seperti tak ada beban. Ifha pun diam dan tidak menanyakan hal itu lagi. Ifha kemudian mengalihkan pembicaraan dengan topik laen…dan Icha merespon dengan baik.
Tak lama kemudian bell masuk pun berbunyi..karena hari itu adalah hari senin maka wajib bagi setiap siswa untuk mengikuti upacara bendera.
Upacara berlangsung sangat khusyuk. Setelah selesai upacara, Ifha pun berjalan bersama dengan Icha berbarengan karena kelas mereka searah.
“Hmm…aku masih penasaran tentang persoalan itu “ kata Ifha dalam hati
Ifha masih penasaran tentang persoalan itu. Ia pun mencoba untuk menanyakan hal itu dengan sangat hati-hati agar Icha tidak marah.
“Cha, aku boleh nanya nggak? Tapi janji dulu jangan marah” kata Ifha
“Iya, emang mau nanya apaan?” kata Icha
“Hmmm…tapi jawab jujur yah?” balas Ifha
“Iya deh. Mau tanya apa sih?” balas Icha
“Km suka yah sama Azril? Icha sayang sama dia lebih dari sahabat yah? ayolah jujur aja, please…kan Cuma sama aku doang bilangnya” tanya Ifha
Sejenak Icha diam, kemudian ia tersenyum. Ifha pun langsung bicara
“Yah…kok malah senyum-senyum.Aku kan nanya, bukan minta senyum gratis dari kamu” kata Ifha dengan nada ketus
“Iya deh ma’af,hehe. Iya aku punya perasaan lebih dari sahabat sama Azril.”jawab Icha.
“A…hhhaaa… akhirnya aku tau. Aku udah menduganya,hehe. Trus gimana tanggapan kamu sama Lani dan Azril?” tanya Ifha kembali.
“Aku kecewa sama Lani . Kenapa dia itu tega sama aku? Padahalkan dia udah janji untuk tidak mengambil Azril dari aku. Kenapa dia ingkar janji?” curhat Icha pada Ifha.
“Kamu jangan sedih lagi ya?aku minta ma’af, aku nggak bermaksud buat kamu sedih. Ma’afin aku yah?” kata Ifha menenangkannya.
“Iya nggak apa-apa. Tapi tolong kamu rahasiain soal ini dari anak-anak lain yah?” kata Icha
“Iya deh aku janji. Jadi kamu dah nggak mau temenan ma Lani lagi?”kata Ifha
“Nggak tau nih..aku masi sakit hati sama dia.”
“Yang sabar yah? aku mohon tolong jangan sampe kamu dan Lani musuhan Cuma karena cowok. Sayangkan kalau Cuma gara-gara cowok trus persahabatan kita selama ini hancur” kata Ifha
“Hmmm…nggak tau deh. Aku hanya sakit hati aja karena di mengingkari janjinya padaku” jawab Icha
“Ya sudah nggak usah di bahas lagi. Nanti malah tambah bikin sakit hati kamu nambah” Kata Ifha
“Yuups..betul…betull…betul..” kata Icha
Kamipun tersenyum bersama. Setelah itu kami berpisah untuk ke kelas masing-masing.
¨¨¨
Sudah 1 bulan Icha tidak lagi berkomunikasi dengan Melani dan Azril. Melani dan Azril selalu mencoba menghubungi Icha tetapi tidak pernah di hiraukan oleh Icha. Sampai pada suatu hari, tanpa di sengaja pada saat Icha dan Ifha sedang jalan-jalan dia bertemu dengan Lani. Lani langsung menyapa Icha dan Ifha
“Hai Icha…,hai Fha..apa kabar?lama kita nggak ketemu. Aku kangen deh ma kalian semua” kata Lani
Dengan ketus Icha menjawabnya “Aku sama skali nggak kangen sama orang
penghianat”
“Maksud kamu apa Cha? Aku nggak ngerti deh.” Kata Lani
“Udah deh nggak usak sok nggak tau. Tampang aja lugu…ternyata hati kamu
jahat banget” kata Icha dengan nada marah
“Sebenarnya kamu ini kenapa sih Cha?”tanya Lani
“Heellllooooww…pura-pura nggak tau lagi. Dasar emang kamu yah…cewek
nggak tau diri…gebetan teman di embat juga. Punya malu nggak sieh lho?”
kata Icha
Lani pun tanggap dengan kata-kata Icha barusan. Yah… kini dia mengerti
bahwa yang Icha maksud itu ia telah merebut Azril dari Icha
“Cha kamu jangan langsung marah dulu. Apakah aku salah kalau aku juga
sayang sama Azril? Toh Azril yang milih aku, tanpa paksaan.”
“Oooo…h jadi begitu yah…emang yah kalau cewek nggak punya perasaan.
ingat nggak sih kamu ma ucapan kamu sendiri. Ma janji palsu kamu itu.
Dasar cewek nggak tau malu..Aku benci kamu. Mulai sekarang aku nggak
mau lagi sahabatan ma kamu lagi…Aku benci..,benci,..benci banget ma
kamu.”
Icha pun berlari sambil meneteskan air mata..tanpa bersuara lagi. Ifha yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran itu tak mampu bicara. Ia diam seribu bahasa. Ia syok melihat kedua sahabat yang amat di cintainya memutuskan tali ersahabatan hanya karena seorang cowok. Lama-lama muncul rasa kesal, marah dan ingin membenci Azril. Ifha merasa pnyebab semua ini adalah Azril. Stibanya di rumah Ifha menghubungi Azril lewat sms.
“Asslam.Zril aku mau ketemu kamu sekarang. Tolong kamu ke rumah ku.”
Azril pun membalas sms itu “Wassalam.Memangnya ada hal apa, kamu nyuruh aku datng ke rumah mu?ada acara makan-maka?hehe”
Yah…memang Azril adalah anak yang doyan bercanda. Ifha pun membalas sms itu.
“Ada hal penting yang nggak bisa aku jelasin ma kamu di sms. Buruan datang ke rumah. Ini penting, aku nggak bercanda”
Azril nggak lagi membalas sms itu. 15 menit kemudian Azril telah berada di depan rumah Ifha. Dia lalu mengirim sms pada Ifha.
“Assalam. Fha keluar aja, aku udah di depan rumah kamu. Kita ngobrol di luar aja. Nggak enak kalau di dalam. Nggak enak sama orang tua kamu”
Tanpa membalas sms itu Ifha langsung keluar untuk menemui Azril yang ada
di depan rumahnya. Ia seperti orang kerasukan setan, wajahnya merah padam. Dia lagi kesal. Yah…kesal sama Azril atas perbuatan Azril kepada kedua orang sahabatnya. Tanpa basa-basi diapun langsung ngelabrak Azril sambil marah-marah
“Eh Zril mau kamu itu apa sih?” tanya Ifha
Azril yang saat itu tidak tau sedikitpun penyebab Ifha marah sangat kebingungan.
“Kamu ini kenapa sih Fha? orang datang kok malah marah-marah?” tanya Azril dengan nada heran
“Mau tau apa yang terjadi?” Ifha balik bertanya
“Iyalah..tentu saja” jawab Azril
“Kamu tuh nyadar nggak sieh atas apa yang kamu lakukan? Tau nggak sieh
gara-gara kamu kedua teman baikku bertengkar. Yah…semua itu hanya
karena kamu. Aku tuh dah muak sama kamu, sepertinya kamu senang
melihat aku dan sahabat-sahabat ku bertengkar dan saling menjatuhkan.
Kamu jadi cowok jangan sok deh. Aku dah cape liat tampang kamu yang sok
ng tau apa-apa soal masalah ini. Diam-diam tanpa tahu kesusahan orang.Kamu nyadar nggak sih…kalau kamu itu biang kerok dari pertengkaran Icha dan
Melani?” ucap Ifha dengan nada kesal.
Azril kaget melihat Ifha marah, setahunya Ifha tak pernah marah seperti itu.
“Aku nggak nyangka kalau semuanya bakal jadi kayak gini. Aku minta ma’af Fha. Sungguh aku nggak bermaksud untuk ngancurin persahabatan kalian. Malah aku iri, karena persahabatan kalian itu sangat erat. Aku akan nyelesain semua ini.” Kata Azril
Di pun kirim sms pada Melani dan Icha yang isinya menyuruh mereka berdua untuk datang ke rumah Ifha, karena ada hal penting. Lima belas menit kemudian Icha dan Lani tiba di ruma Ifha bersamaan. Mereka pun bingung, dan Icha nampaknya kesal karena harus bertemu dengan Lani lagi. Ia ingin pulang, tetapi Azril menahannya dan langsung menyuruh mereka berdu untuk duduk. Ia pun lansung bicara
“ Aku menyuruh kalian kemari untuk meluruskan semua kekacauan ini. Icha aku minta maaf karena aku udah nyakitin perasaan kamu dengan pacaran sama sahabat kamu. Sungguh aku nggak bermaksud untuk nyakitin kamu dan ngancurin persahabatan kalian.” Sejenak ia berhenti,dan melanjutkan penjelasannya
“ Aku sebenarnya tidak mencintai kamu Lan. Aku emang salah. Aku hanya menjadikan kamu pelampiasan”
Mendengar kata-kata itu, Lani langsung meneteskan air mata. Ia tak sanggup lagi bicara.
Ifha pun angkat bicara “Jadi maksud kamu ini apa? Kamu jahat banget yah Zril. kami semua berteman ma kamu ikhlas tidak pernah nuntut balasan apapun, dan apa pernah kami jahatin kamu? Tapi kenapa kamu malah membalas kami seperti in. Kalaupun kami ada salah, kamu bilang dong. Jangan nusuk dari belakang” Ifha sangat marah pada Azril
Azril lalu melnjutkan penjelasannya “ Aku tidak bermaksud nusuk kalian dari belakang. Awalnya aku memang dah bisa menebak kalau Icha punya rasa saynag ma aku lebih dari sahabat, aku nggak ingin nyakitin kamu Cha. Makanya aku putuskan untuk cari pacar sebelum kamu terlanjur sayang ma ku terlalu jauh. Dan saat itu cewe yang lagi dekat ma ku adalah Lani. Aku nembak dia, ingin dia jadi pacar ku agar kamu nggak terpukul kalau nanti aku nolak kamu secara terang-terangan. Aku sadar, apa yang aku perbuat ini slah. Aku menjadikan Lani sebagai pelampiasan ku. Ma’afin aku yah Lin? Aku nggak nyangka semuanya bakalan jadi kayak gini. Aku pikir setelah aku jadian ma kamu, Icha akab\n ikhlasin aku buat kamu dan aku bisa sayang ma kamu seiring dengan berjalannya waktu, tapi ternyata aku sala. Aku mohon ma’afin aku. Please…!!”
“Aku paham skarang, iya aku ma’afinkamu tapi tolong jangan ada lagi hal yang menyakitkan seperti ini lagi. Skarang aku bisa ikhlas terhadap keputusan kamu memilih” Kata Icha yang sedari tadi diam
“Iya aku juga dah ma’afin kamu dan aku juga ingin minta ma’af. Aku mau jujur bahwa selama aku pacaran ma kamu Zril, aku selingkuh dengan cowo lain. Itu semua aku lakukan karena kamu selalu bersikap dingin ke aku. Seakan-akan aku ini bukan pacar kamu. Ma’afin aku ya Zril. Cha ma’afin aku juga yah? selama ini aku dah egois. Karena keegoisan ku itu tanpa sadar aku nyakitin banyak orang terutama kamu” tutur Lani
“Aku juga minta ma’af yah Zril karena aku dah bentak-bentak kamu dengan suara keras tadi tanpa tau penyebab permasalahan ini.” Ucap Ifha
Kini Icha sadar bahwa luka dan kekecewaannya mengajarkan 1 hal yang berharga yaitu jujur dan mengerti diri sendiri dan orang lain. Karena sikap egoisme yang ada pada diri setiap manusia terkadang manjadi suatu hal yang terlampaui batas sehingga menyebabkan kahancuran.
Ifha, Icha, Melani, dan Azril pun saling meminta ma’af dan mema’afkan. Kemudian mereka tersenyum bersama. Ifha pun menelepon shabatnya yang lain. Meminta mereka semua untuk datang ke rumahnya, merekan akan makan bersam seraya memanjatkan syukur atas terselesainya permasalahan itu dan kembalinya hubungan pershabatan yang semakin erat dan mengesankan.
Itulah uniknya persahabatan dan cinta. Terkadang tanpa kita sadari kita telah menyakiti sahabat kita demi seorang yang kita cintai, dan terkadang kita menyakiti orang yang kita cintai demi sahabat kita. Yah…itulah dilema hidup yang selalu ada dalam setiap alur hidup kita. Janganlah putus asa dalam meraih sahabat dan cintamu yang terbaik untukmu. Dalam alur hidup yang kita tempuh 1 kebohongan kecil akan membuat semuanya hancur…dan 1 kejujuran kecil akan membangun kehancuran itu menjadi lebih baik.
Belajarlah dari keslahan dan masa lalu dan menjadikan masa depan sebuah upaya perbaikan diri menjdi lebih baik dari sebelumnya…^_^
¨¨¨